PUISI=JATUH CINTA?!
Pisau ini. Mestikah menghunjamkannya ke dada--merobek-robek--mengeluarkan hati untuk menyerahkannya pada jatuh cinta agar tercipta puisi?!
Palembang, 31.10-1.11.'97
SEMOGA TUHAN BERENCANA SANGAT INDAH UNTUK HIDUP KITA
Akan kubawa kau lari dari "percuma saja merubahnya" terhadap kekuatan melingkar yang magis membelit sekelilingmu. Menjauh.
Entah kemana nanti.
Semoga Tuhan berencana sangat indah untuk hidup kita.
"Oh, iya. Itu bukan ketidakberdayaan."
Palembang, 15 Nopember 1999
RUMOR MASA KECIL
Sepasang capung sedang kawin (sambil terbang dan sesekali hinggap di ilalang)
diganggu beratus-ratus capung bermunculan
terbang berputar-putar mengitari
dari dalam air
dan di antara ilalang.
Mana bangkai helikopter? Menjelma?
Dumai, 9 Mei 2000
SEMOGA TUHAN TETAP BERENCANA SANGAT INDAH UNTUK HIDUP KITA
bahwa kekuatan magis melingkar yang membelit sekelilingnya adalah ternyata ciptaannya sendiri. bukan mengejek. ia tersenyum lebar dalam belitan itu melambai-lambaikan tangan sangat tulus kepadaku. "oh, iya, itu memang jelas-jelas bukan ketidakberdayaan tapi strategi brilian melepaskan diri. tepuk tangan!" (aku lakukan standing ovation hampir empat menit).
sesungguhnya delapan tahun otakku bodoh hatiku ikhlas dalam sebuah labirin tak nampak dibelit-belit kekuatan magis melingkar yang membayangkan saja aku tak ingin.
akan bagaimana berakhir. mari sendirian menunngu takdir. semoga Tuhan tetap berencana sangat indah untuk hidup kita: hidupnya, hidupku (tentu masing-masing).
akan kubawa hidupku menjauh. mendekati takdir.
bahwa kian detil aku mengerti.
Indramayu, 12,13,14, Februari 2001
Posted at 11:55 pm by Lian_H_Bahar
Permalink